Dua Pekan Ditutup Akibat Cuaca Buruk, Armada ASDP Kupang Kembali Beroperasi

KUPANG, HN – PT. ASDP Indonesia Cabang Kupang kembali mengoperasikan sejumlah armada di Pelabuhan Bolok Kupang, pasca cuaca buruk di wilayah Provinsi NTT.

Pelabuhan penyeberangan Bolok Kupang, sempat ditutup dua pekan, sebelum dioperasikan kembali sejak 8 Januari 2023, untuk melayani sejumlah wilayah di NTT.

“Akibat cuaca buruk, Kapal Ferry tidak beroperasi selama dua pekan,” ujar Manager Operasional PT. ASDP Cabang Kupang, Hermin Welkis, Senin 9 Januari 2023.

Menurut Hermin, sejak  26 Januari 2022 hingga 7 Januari 2023, Kapal Ferry tidak beroperasi normal. Mereka hanya melayani beberapa lintasan kecil, seperti Bolok-Hansisi.

BACA JUGA:  Fransisco Bessi, Kader Potensial yang Layak Nahkodai DPC PERADI Kupang

Dia menjelaskan, ASDP Cabang Kupang baru saja mulai mengoperasikan sejumlah armadanya untuk melayani beberapa rute penyeberangan, sejak Minggu 8 Januari 2023 kemarin.

“8 Januari kemarin kapal sudah mulai beroperasi, namun hanya pada beberapa lintasan saja. Seperti Bolok-Hansisi dan Bolok-Rote,” jelasnya.

“Sementara untuk hari ini, 9 Januari juga sama. Hanya dua rute itu saja yang beroperasi,” jelas Hermin Welkis menambahkan.

BACA JUGA:  Jaga Kestabilan Harga Sembako, Pemprov NTT Diminta Lakukan Monitoring Pasar

Ia menerangkan, jika kedepan sudah dijinkan, maka ada beberapa rute yang direncanakan untuk beroperasi. Seperti Bolok-Hansisi, Rote, Kalabahi, Lembata, Larantuka, Solor, Lembata, Baranusa, Bakalang dan Kalabahi.

Kapal Ferry ASDP akan dioperasikan, jika ada koordinasi dari pihak pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam hal ini pemberitahuan mengenai kondisi cuaca dari BMKG.

“Untuk kondisi cuaca tetap kami koordinasikan dengan BMKG yang berperan untuk keberangkatan kapal atau tidak, pihak pemerintah yang berperan disitu antara lain Balai Pengelolah Transportasi Darat (BPTD),” terangnya.

BACA JUGA:  Komisi II DPRD Dukung Penuh Program Cerdas Dekranasda NTT

“Ketika mereka berkoordinasi dengan pihak BMKG dan mengijinkan kapal untuk beroperasi, maka kami jalan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dampak cuaca buruk, sebagian besar kapal Ferry melakukan port stay atau tinggal di pelabuhan, dan kesempatan itu dimanfaatkan untuk perawatan kapal dan lain sebagainya.***

error: Content is protected !!