Hukrim  

Bejat! Guru Sekolah Minggu di Kota Kupang Cabuli 3 Siswa Berulang Kali

Ilustrasi (Foto: Ist)

KUPANG, HN – Oknum guru sekolah minggu di GMIT Kota Kupang berinsial JEAP (27) tega mencabuli tiga orang siswanya berulang kali.

Mirisnya, aksi bejat pelaku dilakukan terhadap siswa Sekolah Dasar (SD), dimana korban pertama berusia 9 tahun, dan masih duduk di bangku kelas III SD.

Sedangkan korban kedua berusia 11 tahun, siswi kelas V SD, dan korban ketiga berusia 8 tahun, yang merupakan siswi kelas II SD.

Perbuatan JEAP terbongkar usai para korban menceritakan aksi bejat pelaku kepada salah satu security Gereja GMIT Kota Kupang akhir pekan lalu.

“Para korban mengaku kalau mereka dicabuli pelaku dengan meraba dada dan kemaluan korban,” ujar salah satu orang tua korban berinisial JL (40) seperti dilansir Digtara.com, Rabu 26 April 2023.

BACA JUGA:  Pelajari Digitalisasi Smart Branch, Bank Sulselbar Studi Banding ke Bank NTT

Menurut JL, korban mengakui kalau pelaku merayu dengan cara meminjamkan handphone, memberikan uang dan mengajak makan di pantai Tedis Kupang.

“Orang tua para korban sepakat untuk meminta klarifikasi dari pelaku pada Minggu 23 April 2023 lalu,” jelas JL di Mapolres Kelapa Lima.

Orang tua para korban kemudian meminta pengajar lain untuk memfasilitasi pelaku bertemu dengan mereka, guna mengklarifikasi pengakuan dari korban.

“Awalnya pelaku berbelit namun akhirnya mengakui perbuatannya kalau ia mencabuli korban,” ujar JL.

Pelaku kemudian diamankan di salah satu ruangan pendeta dan kemudian dijemput aparat keamanan Polsek Kelapa Lima.

Saat itu orang tua korban memaafkan perbuatan pelaku dan pelaku membuat surat pernyataan.

Namun belakangan orang tua korban mendapat cerita lain kalau pelaku mencabuli korban dengan cara lain sehingga memilih melaporkan ke Polsek Kelapa Lima.

BACA JUGA:  Diduga Ada KKN Dalam Proyek Embung di TTU, Jaksa Periksa Panitia Lelang

Pelaku sendiri mengakui sudah berulang kali mencabuli para korban di sekitar lokasi gereja Kota Kupang.

Minggu (23/4/2023) malam, beberapa orang tua korban memaafkan perbuatan pelaku dan memilih tidak membuat laporan polisi dengan membuat surat pernyataan bahwa orang tua korban tidak mau melanjutkan kejadian tersebut.

Namun pada Senin (24/4/2023), salah satu orang tua korban WNg (38) datang ke Polsek Kelapa Lima untuk membuat laporan polisi kasus pencabulan anak dibawah umur.

Laporan kasus ini tertuang dalam laporan polisi nomor LP/B/90/V/2023, tanggal 24 April 2023.

Orang tua korban yang lain pun membawa serta korban-korban ke Polsek Kelapa Lima untuk dimintai keterangannya.

BACA JUGA:  Cegah Peredaran Narkoba, BNNP NTT Bakal Perketat Pintu Masuk di Daerah Perbatasan

Para korban kemudian dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang menjalani visum.

“Kami dibujuk dengan handphone dan dia (pelaku) suruh teman kami tidur dan langsung raba-raba,” ujar salah seorang korban saat ditemui di Polsek Kelapa Lima Senin siang.

Korban beralasan mendiamkan kasus ini karena takut. “Ketong (kami) sonde (tidak) mau lapor karena takut,” tandas korban lainnya.

Pelaku sendiri untuk sementara diamankan dalam sel Polsek Kelapa Lima sambil menunggu proses hukum lebih lanjut.

Sementara penyidik PPA unit Reskrim Polsek Kelapa Lima memeriksa para korban didampingi orang tua masing-masing.

Kapolsek Kelapa Lima, AKP Jemy O. Noke, SH belum berhasil dikonfirmasi terkait kasus ini.***

error: Content is protected !!