Polda NTT Kerahkan Ribuan Personel Amankan ASEAN Summit di Labuan Bajo

KUPANG, HN – Kepolisian Daerah (Polda) NTT terjunkan 1660 personel untuk mengamankan KTT ASEAN Summit ke 42 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, yang akan digelar bulan Mei 2023 mendatang.

Kapolda NTT, Johni Asadoma mengatakan, seluruh peralatan dan ribuan personel akan diberangkatkan ke Labuan Bajo menggunakan kapal laut pada Minggu 30 April 2023 besok.

“Pelayaran itu membutuhkan waktu selama 36 jam,” ujar Johni Asadoma saat memimpin apel gelar pasukan operasi Komodo Turangga di Mapolda NTT, Sabtu 29 April 2023.

Ia menyebut, KTT ASEAN Summit merupakan kegiatan badan tertinggi dalam pembuatan kebijakan di Asia Tenggara, yang diikuti 10 negara anggota ASEAN dan negara Timor Leste sebagai calon anggota baru.

BACA JUGA:  Pastikan Ibadah Paskah Aman, Polda NTT Terjunkan Tim Jibom Sterilisasi Gereja

“Berbagai kegiatan akan dimulai sejak 6 Mei 2023 diawali dengan pertemuan tim perumus untuk mengidentifikasi masalah dan mengambil kesimpulan. Senior official meeting pada 6 Mei dilaksanakan pada tingkat Menlu,” jelasnya.

Diperkirakan akan ada ribuan tamu yang hadir dari dalam dan luar negeri, termasuk anggota TNI dan Polri yang melakukan pengamanan.

“Ada ribuan peserta dan aparat keamanan, yakni Polri secara keseluruhan 2.267 dan ribuan anggota TNI, sehingga semua penginapan, home stay dan kost sudah penuh,” ungkapnya.

“Rumah pun kosong dikontrakkan karena Labuan bajo menjadi salah satu destinasi wisata super prioritas dan harus menjadi tuan rumah yang baik,” tambahnya.

Menurutnya, 1660 kekuatan dari Polda NTT merupakan bentuk kesiapan Polri dalam mendukung pengamanan KTT ASEAN, agar mampu menghadapi berbagai macam ancaman yang terjadi.

BACA JUGA:  Kunker ke NTT, Menhub RI Resmikan Kapal Bottom Glass di Labuan Bajo

“Untuk itu, selama 8 hari kedepan, Polda NTT melakukan operasi Komodo Turangga 2023 dari tanggal 6 hingga 13 Mei 2023. Fokus nya adalah pengamanan dari bandara, rute yang dilalui dan pelaksanaan kegiatan. Mudah-mudahan tidak ada penyusup dari dalam dan luar negeri,” terangnya.

Dia menjelaskan, parat juga mengantisipasi unjuk rasa dan serangan siber sehingga pelaksanaan Asean Summit berjalan dengan aman dan damai.

“Jadi untuk pengamanan VVIP sendiri dilakukan oleh Paspampres di ring satu, TNI di ring dua dan Polri di ring tiga. Sementara pengamanan tamu VIP tingkat menteri adalah tanggungjawab Polri sejak di bandara hingga usai kegiatan,” katanya.

BACA JUGA:  Pemprov NTT Apresiasi Kontribusi Nyata Bank NTT untuk Atlet PON XX Papua

Kapolda mengingatkan koordinasi merupakan kunci dan perlu kerjasama semua pihak. 2.627 personil Polri yang mengamankan Asean Summit yakni Mabes Polri 967 orang, Polda NTT 1.660 orang dan 20 orang dari NTB.

“Lakukan tindakan mitigasi dengan dialog dan pendekatan. Saya harapkan anggota untuk cermati potensi gangguan Kamtibmas. Seluruh peralatan yang digunakan agar dibawa karena polisi ditampung di aula dan ruang kelas,” jelasnya.

Jika ada gejolak, kata dia, anggota harus menggunakan pendekatan humanis tetapi tegas pada gangguan yang muncul. Selain itu, tingkatkan deteksi dini dan deteksi aksi.

“Hindari tindakan yang tidak simpatik serta arogan, jaga kesatuan dan persatuan. Perilaku harus mencerminkan sebagai pelindung dan pengayom masyarakat,” tandasnya.***

error: Content is protected !!