Agama  

Dirjen Kementrian Agama Dikabarkan Hadiri Sidang Raya Sinode GMMI di Kupang

KUPANG, HN – Sinode Gereja Masehi Musafir Indonesia (GMMI) bakal mengadakan Sidang Raya ke VIII Tahun 2023 di GMMI Jemaat Baitesda, Kelurahan Namosain, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sidang dengan agenda pemilihan majelis dan pengurus Sinode GMMI ini akan berlangsung selama lima hari, yaitu sejak tanggal 8 hingga 12 Mei 2023 mendatang.

Sidang itu digelar dengan mengusung tema “Presensia GMMI Ditengah Kebinekaan, dengan sub tema “Bergerak dan Bertransformasi Membangun Pelayanan Gereja yang Holistik”.

Ketua Panitia Sidang Raya Sinode GMMI, Pdt. Istin Hastuti, S.Th mengatakan, sidang raya sinode GMMI tahun 2023 bakal dihadiri Dirjen Kementrian Agama, Ketua PGI Pusat, serta sejumlah gereja sahabat yang tersebar di Kota Kupang.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Penjabat Walikota Kupang, George Melkianus Hadjoh pun dikabarkan hadir mengikuti kegiatan yang akan dibuka oleh Menteri Agama Republik Indonesia ini.

Menurut Pdt. Istin, tujuan dari sidang raya sinode ini adalah untuk mewujudkan persatuan dan persekutuan pelayanan para unsur pimpinan GMMI, serta musyawarah mufakat terkait hal-hal strategis terhadap Gereja Masehi Musafir Indonesia.

“Selain itu sidang raya ini untuk mengevaluasi kinerja pelayanan GMMI, serta membubarkan dan memilih majelis sinode yang baru,” ujar Pdt. Istin kepada wartawan, Selasa 2 Mei 2023 sore.

Dia menjelaskan, kegiatan sidang raya diprediksi bakal diikuti oleh 55 gereja lokal, baik yang tersebar di daratan Timor, maupun dari Pulau Sabu, Rote, Sumba, Bali dan Kalimantan Barat.

BACA JUGA:  Kabar Duka, Paus Emeritus Benediktus XVI Meninggal Dunia

“Untuk kegiatan sidang sinode ini akan dihadiri sekitar 1000 orang, baik dari jemaat lokal, pejabat nasional maupun pejabat kita yang ada di Provinsi NTT dan Kota Kupang,” jelasnya.

“Kalau untuk pembukaan semua jemaat hadir. Tetapi dalam pelaksanaan sidang raya itu hanya dihadiri oleh pimpinan gereja yang ada di GMMI,” jelas Pdt. Istin menambahkan.

Sedangkan untuk persiapan sidang raya, kata Pdt. Istin, diperkirakan sudah mencapai 90 persen, karena semua sesi acara sudah dipersiapkan secara matang dan maksimal.

“Dari sisi persiapan mungkin bisa dikatakan sudah mencapai 90 persen,” pungkasnya.

Ketua Sinode GMMI, Pdt. Gatsper A. Hawu Lado, M.Th, menjelaskan, tema yang diusung dalam sidang raya nanti adalah untuk memberikan gambaran pada GMMI menjalankan amanat dan perintah agung Yesus Kristus untuk mewartakan Injil di seluruh Indonesia.

Selain itu untuk pelayanan terhadap jiwa-jiwa atau suku yang terasing harus menjadi tanggung jawab gereja, khusunya Gereja Masehi Musafir Indonesia, yang sudah memiliki tema, yakni kehadiran GMMI ditengah kebinekaan.

“Karena kita tahu bahwa Indonesia ini kan masyarakat yang majemuk,” ungkapnya.

Menurut Pdt. Gasper, sidang raya sinode GMMI tahun 2023 pihaknya mendapat dukungan dana dari sejumlah pihak, baik dari Kementrian Agama, Kanwil NTT, Pemprov NTT, Pemkot Kupang, serta unsur Forkompinda dan sejumlah gereja.

“Jadi sidang raya ini akan memberikan harapan baru pelayanan di GMMI untuk terus bermitra dan bersinergi dengan semua pihak, demi menjalankan tugas – tugas pelayanan,” terangnya.

BACA JUGA:  Sekolah Tunas Gloria Gelar Pentas Seni, Ajak Siswa Cintai Seni dan Budaya NTT

Dia berharap sidang raya sinode nanti bisa menghasilkan program pelayanan yang berkelanjutan, serta pemimpin yang terpilih memiliki hati untuk melayani dan memajukan GMMI sesuai tema yang diusung dalam sidang sinode tahun 2023.

“Jadi harapan besar kami, GMMI terus maju, bergerak, bertransformasi dan membangun pelayanan gereja secara holistik, serta membangun jejaring dengan semua lembaga,” ungkapnya.

“GMMI juga diharapkan bisa hadir ditengah masyarakat yang plural, serta membawa citra Tuhan dimanapun Tuhan mengutus,” tandasnya.

Wakil Ketua Sinode GMMI, Pdt. Lodwik Rihi, S.Th, menjelaskan, pihaknya saat ini sedang mengembangkan usaha untuk para jemaat di berbagai bidang, termasuk sektor peternakan dan pertanian.

Menurtnya, selain mengembangkan sektor pertanian dan pernakan, GMMI juga sedang berupaya meningkatkan potensi atau kemampuan yang dimiliki anak-anak, seperti pada bidang musik, komputer dan bahasa.

“Itu yang sedang kami lakukan. Sehingga kami terus mengkaderkan anak-anak untuk meningkatkan SDM mereka dengan kemampuan yang dimiliki,” jelasnya.

GMMI juga membangun kerjasama dengan lembaga ketrampilan untuk memberikan pelatihan kepada anak-anak, agar mereka bisa mendapatkan pengalaman demi mengembangkan bakat yang dimiliki.

“Begitupun dengan lain seperti barbershop dan kecantikan. Itu yang coba kami kembangkan dengan membangun potensi yang ada supaya jemaat kami ini boleh merasakan hasilnya,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Gempa Magnitudo 7,9 Guncang Maluku, Terasa Hingga ke Kupang

Sekretaris Sinode GMMI, Pdt. Ridon Bire, S.IP menerangkan, kehadiran GMMI sudah memasuki usia ke 72 tahun, dan sudah memiliki lembaga pendidikan dan yayasan.

Dia menjelaskan, pihaknya selama ini memang berkolaborasi dan bermitra dengan Pemprov NTT dalam konteks untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Sementara untuk Pemkot Kupang pihaknya mendukung penuh program dari Penjabat Walikota Kupang terkait kebersihan lingkungan.

Menurut Pdt. Ridon, pada moment HUT Kota Kupang dan Hardiknas 2023, GMMI mendapat penghargaan sebagaiĀ  juara satu lomba kebersihan di tingkat gereja.

“Kami sudah terima penghargaan dari Penjabat Walikota Kupang dalam rangka HUT kota Kupang dan dan Hardiknas. Ini merupakan motivasi bagi kami untuk lebih giat dan bermitra dengan pemerintah,” jelasnya.

Sementara Sekretaris Panitia Sidang Raya Sinode GMMI, Marthen A. Lenggu menjelaskan, tugas utamanya dalam sidang raya sinode adalah mempersiapkan dokumen yang akan dibahas dalam persidangan nanti.

“Tugas utama saya mempersiapkan hal-hal berkaitan dengan administrasi, dan tentu ini sudah disiapkan dengan baik, sehingga harapan kami dalam persidangan semua bisa berjalan dengan lancar,” ungkap Marthen Lenggu.

Dia menyampaikan terima kasih karena sejak ditetapkan sebagai tuan rumah sidang raya sinode pada tahun 2021 lalu, pihaknya sudah mendapat bantuan dari berbagai pihak untuk melakukan persiapan.

“Jadi sampai hari ini semua bisa jalan dengan baik, dan kami harap sampai tanggal 8 semuanya bisa terlaksana dengan lancar,” tandasnya.***

error: Content is protected !!