Hukrim  

Bejat! Ayah di NTT Cabuli 2 Orang Anak Tirinya Bertahun-Tahun

ENDE, HN – Seorang pria berinsial YD alias Yasin di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur ditangkap Satreskrim Polres Ende, Minggu 7 Mei 2023, sekira pukul 16:00 Wita.

YD ditangkap karena diduga melakukan perbuatan cabul terhadap dua orang anak tirinya, yakni NNNI (16) dan NFU (12).

Kasat Reskrim Polres Ende, Yance Y. Kadiaman, SH, mengatakan, kasus itu terungkap setelah korban melapor ke Polsek Maukaro, pada Sabtu 6 Mei 2023 lalu.

Laporan itu tertuang dalam surat dengan nomor polisi LP / B / 02 / V / 2023 / SPKT / SEK. MAUKARO / POLRES ENDE / POLDA NTT.

Menurut Yance, setelah menerima laporan, aparat Satuan Reskrim Ende kemudian bergerak cepat untuk melakukan penyelidikan.

BACA JUGA:  Diduga Miliki Sabu, Pria di Sikka NTT Ditangkap Polisi

“Setelah mendapat cukup bukti, penyidik kemudian menangkap pelaku di wilayah Maukaro, dan langsung dibawa ke Mapolres Ende untuk menjalani pemeriksaan,” ujar Yance Kadiaman.

Dia menjelaskan, aksi bejat yang dilakukan YD terhadap korban NNNI terjadi sejak bulan April tahun 2018, hingga 14 April tahun 2023.

“Pencabulan itu terjadi di rumah korban, yang berada di wilayah Kecamatan Maukaro, Ende,” jelasnya.

Sedangkan pencabulan terhadap korban NFU dilakukan YD sejak tahun 2021 hingga 30 April 2023 di rumah korban di wilayah Kecamatan Maukaro.

“Jadi pelaku masuk ke dalam kamar saat korban sedang tidur, lalu ia langsung mencabuli korban,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Hakim Diminta Batalkan Satus Tersangka Ira Ua

Dia menerangkan, pelaku melancarkan aksi bejatnya saat ibu kandung korban sedang ke luar kota, atau lagi tidak berada di rumah.

“Sedangkan untuk motif dari tersangka adalah untuk memenuhi hawa nafsunya saja,” terangnya.

Adapun barang bukti yang diamankan berupa satu potong baju daster panjang warna coklat dan satu potong baju kaos lengan pendek warna hitam.

Untuk diketahui, hingga saat ini pelaku YD alias Yasin sudah ditahan di Polres Ende untuk menjalani proses selanjutnya terhadap perbuatannya.

Diancam 15 Tahun Penjara:

Atas perbuatannya, tersangka diancam dengan pasal Pasal 82 Ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang RI N0. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan PERPU no. 01 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang jo pasal 76 E UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

BACA JUGA:  Marten Taunus Akui Sempat Ditelepon Randy untuk Pinjam Linggis

Tersangka diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,00 (lima milyar rupiah)” dan di tambah  1/3 dari ancaman pidana pada ayat (1).***

error: Content is protected !!