Disnakertrans Kota Kupang Pastikan Pembuatan Surat Rekomendasi Tenaga Kerja Tidak Dipungut Biaya

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Kupang, Thomas Dagang (Foto: HN)

KUPANG, HN – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Kupang, Thomas Dagang memastikan tidak ada pungutan biaya dalam pengurusan surat rekomendasi bagi tenaga kerja yang hendak bekerja di dalam negeri maupun luar negeri.

Hal itu ditegaskan Thomas, menyusul adanya informasi yang berkembang di tengah masyarakat, terkait pungutan biaya dalam pengurusan administrasi surat rekomendasi untuk para pekerja.

Menurut Thomas, pihaknya di Dinas Nakertrans Kota Kupang mengeluarkan surat rekomendasi untuk para pekerja tanpa mempersulit dan melakukan pungutan biaya apapun, alias gratis.

BACA JUGA:  Sisco Bessi Dinyatakan Lulus Sebagai Wasit Nasional Cabor Taekwondo

“Kami tidak persulit. Saya justru bantu memperlancar mereka. Surat rekomendasi juga dikeluarkan secara gratis,” ujar Thomas Dagang kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa 11 Juli 2023.

Sedangkan terkait ID pekerja, Thomas menyebut itu akan dikeluarkan oleh perusahaan perekrut, setelah para calon tenaga kerja mengikuti seluruh proses pelatihan kompetensi di perusahan.

“ID itu mereka urus langsung di agensi mereka masing – masing. Kalau disini saya hanya keluarkan rekomendasi dan tanda tangan surat pernyataan,” jelasnya.

Namun, kata dia, ID yang didapatkan para calon tenaga kerja berdasarkan kompetensi yang sudah diikuti kadang tidak sesuai dengan permintaan majikan.

BACA JUGA:  Segera Dilantik Gubernur, Ini Program Bupati Lembata dan Sabu Raijua

Dia menerangkan, misalkan calon pekerja sudah siapkan diri di bidang housekeeping, namun terkadang calon majikan meminta kompetensinya diubah untuk merawat orang jompo.

“Mereka sudah siapkan diri, tiba-tiba ubah lagi. Artinya dia harus ubah juga ID dan kompetensinya. Berarti harus ikut pelatihan lagi. Pelatihan itu yang mereka rasa mahal,” jelasnya.

“ID dikeluarkan itu kompetensinya harus ada dulu. Kalau tidak ada kita mau kasi keluar bagaimana? Itu kan namanya ilegal,” jelas Thomas Dagang menambahkan.

BACA JUGA:  Mampir ke Restoran Subasuka Kupang, AHY Puji Kuliner Khas NTT

Dia menambahkan, setiap calon tenaga kerja yang hendak berangkat, mereka wajib mengantongi surat pernyataan yang mengetahui antara pekerja dan kepala kantor cabang perusahan perekrut.

“Harus ada itu surat, ditambah rekam ID untuk mengetahui siapa dia, kerja apa, untuk apa dan kemana. Karena ada yang ke Malaysia, Hongkong dan Taiwan. Itu surat ada baru saya bisa tanda tangan surat rekomendasi,” pungkasnya.***

error: Content is protected !!