Hukrim  

Masyarakat Keluhkan Aksi Balap Liar di Sekitar GMIT Kota Baru dan Gereja Katedral Kupang

KUPANG, HN – Warga Kelurahan Airmata, Kota Kupang mengeluhkan aksi balap liar yang kerap dilakukan sejumlah kelompok anak muda di sekitaran Gereja GMIT Kota Baru dan Gereja Katedral Kupang.

Demikian dikatakan Hari Uli, tokoh agama yang mewakili masyarakat setempat saat menyampaikan keluhan dalam acara Jumat Curhat yang digelar Polresta Kupang Kota, Jumat 4 Agustus 2023.

“Yang ingin saya sampaikan adalah terkait aksi balap liar di sekitar Gereja GMIT Kota Baru hingga Gereja Katedral Kupang,” ujar Hari Uli dilansir Tribrata News, Sabtu 5 Agustus 2023.

BACA JUGA:  ART Yuliance Sebut Ira dan Randy Sering Cekcok

Menurtnya, aksi balap liar yang dilakukan sekelompok anak muda itu sangat mengganggu Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) masyarakat di wilayah setempat.

“Karena sampai jam 5 pagi masih ada beberapa kelompok pemuda yang balap liar, sehingga itu sangat menganggu. Apalagi kami yang hendak mengikuti ibadah di gereja,” jelansya.

Selain itu, kata dia, warga juga kadang sesuka hati menitik akses jalan, sehingga sangat mengganggu aktivitas pengguna jalan, khusunya kendaraan bermotor.

Menanggapi kelurahan warga, Kapolresta Kupang Kota, Kombes. Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto, S.I.K., S.H., M.H mengatakan, jika aksi balap liar masih terulang, masyarakat diminta segera lapor ke Pos Polisi LLBK dan Pos Polisi Kanaan.

BACA JUGA:  Koepan Festival Langkah Awal Jadikan Kota Kupang Bergerak 24 Jam

“Di sekitar lokasi Kan ada Pos Polisi LLBK dan Pos Polisi Kanaan. Atau bisa juga mengunjungi Call Center bebas pulsa di nomor 110,” ungkapnya.

Sedangkan terkait penutupan jalan, Rishian Krisna menyebut jika warga menutup akses jalan tanpa izin, maka itu merupakan perbuatan melanggar hukum.

BACA JUGA:  Dinilai Kooperatif, Norma Hendriana Tidak Ditahan Jaksa

“Jadi penutupan jalan tanpa sepengetahuan polisi merupakan perbuatan melanggar hukum, karena ada aturan yang mengatur terkait penutupan jalan,” tegasnya.

Sehingga, warga diharapkan untuk segera melapor ke pos polisi terdekat, jika kedepan kasus serupa masih terjadi di wilayah setempat.

Dia menjelaskan, rasio polisi yang bertugas di Polresta masih sangat kurang, sehingga para anggota sudah ditempatkan di sejumlah pos polisi yang tersebar di Kota Kupang.

“Saya sarankan agar warga membangun Pos Kamling, untuk membantu polisi dalam menjaga kamtibmas lingkungan,” tandanya.***

error: Content is protected !!