Hukrim  

Tragedi Oesapa! Pelaku Diduga Preman Bayaran, PMKRI Desak Polisi Tangkap Aktor Intelektual

Ketua PMKRI Cabang Kupang, Marianus Humau (Foto: Ist)

KUPANG, HN – Ketua PMKRI Kupang, Marianus Humau mengecam tindakan yang dilakukan para terduga pelaku pembunuhan di Oesapa Kupang yang disinyalir merupakan preman bayaran.

Mone, demikian ia disapa, mengaku kecewa dan mengutuk keras perbuatan para terduga pelaku pembunuhan sebagai tindakan yang bobrok.

Menurut Mone, Polres Kupang Kota harusnya memberikan informasi ke para pihak yang terlibat dalam perselisihan untuk tidak menyelesaikan masalah dengan menggunakan jasa preman.

BACA JUGA:  PMKRI dan Aliansi Masyarakat Matim Desak Kejari Bebaskan Tersangka Kasus Terminal Kembur

“Kami mengutuk keras para pihak yang menggunakan jasa preman. Harusnya menyelesaikan persoalan dengan langkah – langkah hukum, bukan dengan tindakan premanisme,” ujar Mone, Jumat 22 September 2023.

Mone menegaskan, pemecahan masalah melalui jalur hukum adalah tindakan yang harus diambil oleh semua pihak yang terlibat dalam perselisihan.

Tangkap Aktor Intelektual

BACA JUGA:  Adhitya Disambut Bak Prajurit yang Pulang dari Medan Perang

Pihak kepolisian, kata Mone, jangan hanya fokus ke para pelaku saja, tetapi juga wajib mendalami kasus pembunuhan itu secara baik guna mencari tahu siapa aktor intelektual di baliknya.

Mone mengungkapkan dugaannya bahwa tragedi berdarah di Oesapa Kupang itu bukan pembunuhan biasa, tetapi pembunuhan berencana.

Oleh karena itu, ia mendesak Polres Kupang Kota untuk lebih fokus dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan yang lebih mendalam.

BACA JUGA:  Korban Kecelakaan Dinyatakan COVID, Keluarga Jemput Paksa Jenazah di RS Siloam Kupang

Menurutnya, kasus ini tidak hanya tentang menangkap terduga pelaku penyerangan, tetapi juga mengidentifikasi aktor intelektual yang mungkin terlibat.

“Kami duga kasus ini pembunuhan berencana, jadi Polres Kupang Kota harus fokus agar bisa menemukan aktor intelektualnya karena ada yang sudah menyusun rencana penyerangan bahkan rencana untuk menghilangkan nyawa orang,” tegas Mone. (*/HN)

error: Content is protected !!