DPD Gerindra NTT Optimis Kembalikan Kejayaan Partai di Pemilu 2024

Ketua Bapilu Partai Gerindra, Florencio Mario de Vaira (Foto: Ist)

KUPANG, HN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra NTT memiliki tekad besar untuk mengembalikan kursi DPR RI yang hilang pada Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 lalu.

Pada Pemilu 2019, Partai Gerindra tidak mendapat satu kursi pun dari Dapil NTT II. Namun ada satu kursi yang tersedia dari Dapil NTT 1, sehingga sehingga memungkinkan menambah satu kurs lagi.

Ketua Bapilu Partai Gerindra, Florencio Mario de Vaira mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mengembalikan kejayaan partai dan menambah kursi di berbagai tingkatan.

“Kursi yang hilang sejak tahun 2019 akibat kecelakaan harus kami perjuangkan untuk dikembalikan, baik di Dapil NTT I maupun Dapil NTT II,” ujar Florencio usai menghadiri temu kader di Waikabubak, Selasa 26 September 2023.

BACA JUGA:  Buka Turnamen ETMC, Gubernur Viktor: Insiden di Lembata Jangan Terulang di Rote Ndao

Dia menjelaskan, pihaknya juga berupaya untuk meningkatkan jumlah kursi di DPRD Provinsi, yang sebelumnya 6 kursi, menjadi 8 kursi.

Selain itu Partai Gerindra ingin mempertahankan kekuatan kursi DPRD di Sumba Barat, dan jika memungkinkan, menambah 1 kursi di dapil lain yang hanya memiliki 1 kursi.

“Kami optimis bahwa setiap Daerah Pemilihan tau Dapil harus terwakili,” ungkapnya.

“Kami melihat semangat yang luar biasa di Sumba Raya, termasuk di Flores. Kami selalu optimis. Kami ingin kembalikan 2 kursi di DPR RI, dan memiliki target untuk memimpin di DPRD,” tambahnya.

BACA JUGA:  Frans Aba Diterima dengan Adat ‘Kago Mae’ dalam Safari Politik di Bajawa NTT

Mengenai strategi yang akan digunakan untuk mencapai target tersebut, Florencio menyebut sebagian besar strategi merupakan rahasia internal partai.

Namun, ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pusat, provinsi, dan kabupaten dalam membangun solidaritas dan semangat bersama.

DPD Gerindra NTT juga menegaskan dukungannya terhadap Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden, dengan harapan mengubah hasil pemilihan di NTT dari 11 persen menjadi minimal 60 persen pada tahun 2024 mendatang.

“Indikatornya apa, karena sekarang prabowo sama dengan pak Jokowi, dan jokowi menang 78 persen di NTT, pak Prabowo waktu itu 11 persen, nah sekarang Jokowi,  minimal ya kita 60 persen karena ada 3 pasang calon. Jika 3 pasang ya 60 persen, kita secara optimis, apalagi pak Jokowi pernah menang dan sekarang kita lihat dari gesturnya pak Presiden ya lebih ke condong ke pak Prabowo dan itu yang akan kita terus memperjuangkan, mengadvokasi secara positif, memberikan semangat kepada para kader bahwa kita menghindari hal-hal seperti ujaran kebencian, saling membuli itu tidak. Intruksi dari Prabowo bahwa kita harus menjalankan proses demokrasi ini secara riang gembira,” tandasnya.***

BACA JUGA:  Baliho Jokowi dan Ganjar yang Dicopot Warga Kupang Ternyata Dipasang Sekelompok Orang Bercadar

error: Content is protected !!