Beberkan Kinerja Bank, Dirut Alex Sebut Aset Bank NTT Tumbuh Hingga 97,47 Persen

KUPANG, HN – PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT, terus menunjukan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2023. Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho menyebut aset Bank NTT tumbuh sebesar 97,47 persen per tanggal 27 Desember 2023.

Sedangkan untuk pertumbuhan kredit dan laba sebelum pajak, masing-masing mencapai angka 98,45 persen dan 99,35 persen.

Bank NTT, kata Alex, tidak hanya tumbuh secara finansial, tetapi juga merespon tagline “Bank NTT Membuming” dengan memperluas layanan hingga ke pelosok desa untuk memperkenalkan inklusi keuangan dan modernisasi layanan.

Sehingga tahun 2023, Bank NTT sudah memiliki layanan CRM dengan total 33 mesin, ATM 215 mesin, merchant QRIS 17.995 unit, agen DI@ Bisa@ 8.223, agen laku pandai 1.793, pengguna B-Pung Mobile 119.929, 8 kas titipan BI dan 3 unit Money Changer.

Sementara layanan jaringan kantor Bank NTT yang tersebar di seluruh wilayah NTT sebanyak 218 kantor, diantaranya 1 Kantor Pusat, 23 Kantor Cabang, 46 KCP, 116 KF, 25 PP, dan 8 Mobil Khas.

Menurut dia, Bank NTT juga melakukan revitalisasi dan refocusing kantor fungsional tidak produktif menjadi profit, sehingga dari 116 kantor fungsional, 77 kantor direvitalisasi menjadi kantor fungsional yang melayani kredit.

“Sedangkan 39 kantor fungsional di sejumlah kantor pemerintahan, untuk sementara fokus pada layanan dana,” ujar Alex Riwu Kaho kepada wartawan di Kupang, Kamis 28 Desember 2023.

Selain itu, Bank NTT mempercepat pemulihan ekonomi dengan memberikan kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kepada 15.423 debitur, dengan nominal mencapai Rp2.66 triliun.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Serahkan Santunan BPJS Ketenagakerjaan

“Selain UMKM, kita juga membuat ekosistem untuk modernisasi atau digitalisasi pembayaran melalui QRIS, EDC dan Mobile Banking, Di@ Bis@ dan Lopo Di@ Bis@,” jelasnya.

Alex Riwu Kaho menyebut Bank NTT hingga saat ini memiliki 138 Desa Binaan di seluruh kabupaten yang tersebar di Provinsi Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan jumlah 460 Noa, dan nominal plafon hingga 26 Desember 2023 mencapai Rp10,99 miliar.

Program TJPS pola kemitraan sebanyak 2.852 petani dengan luas lahan 2.214 ha, plafon kredit Rp22.13 miliar, rincian realisasi pembiayaan kredit Bank NTT untuk program TJPS musim tanam Oktober-Maret 2021-2022 dengan luas lahan 109 ha sebanyak 149 debitur, dan plafon kredit Rp1.06 miliar.

TJPS Musim Tanam April-September (ASEP 2022) Luas Lahan 445 ha sebanyak 590 debitur, dan plafon kredit Rp4.60 miliar.

TJPS musim tanam Oktober-Desember 2022 luas lahan 1.520 ha sebanyak 1.943 debitur, plafonp kredit Rp15.12 miliar, dan TJPS musim tanam Januari-April 2023 luas lahan 139 ha sebanyak 170 debitur, plafon kredit Rp1.34 miliar.

Alex menjelaskan, Bank NTT juga bersinergi dengan Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota se-Nusa Tenggara Timur untuk Program Vokasi dan Training industri bersama Global Katalyst.

PKS tentang SP2D Online menggunakan aplikasi CMS, PKS Pinjaman Daerah, 9 Pajak Daerah, Financial Management Information System (FMIS), Retribusi Daerah secara online, Payroll, penyediaan layanan untuk pengelolaan keuangan daerah, dan Penerapan KKPD.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Serahkan Air dan Tanah ke Presiden Joko Widodo

Selain itu memfasilitasi rekening dana bantuan dari pemerintah pusat, pemda dan pihak swasta, penyerahan Inbreng dalam rangka peningkatan setoran modal, dan program Bank NTT peduli stunting.

“Ada pemberian CSR Bank NTT tahun 2023 di bidang pendidikan, olahraga, budaya, kesehatan, ekonomi, sosial dan lingkungan,” ungkapnya.

Pada momentum HUT Bank NTT Juli 2023 lalu, bank mengadakan bakti sosial di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi NTT, pemberian paket bantuan stunting dan pemberian kredit mikro merdeka.

Prestasi dan penghargaan yang diterima Bank NTT di Tahun 2021:

Paritrana Award: Juara 1 kategori Perusahan Berskala Besar, Sektor Keuangan dan Perdagangan dan Jasa, diinisiasi oleh Kemenko PMK, Kemenakertrans, Presiden, dan BPJS Ketenagakerjaan.

Penghargaan, sebagai Orang Tua Asuh Bayi/Balita Stunting di Kota Kupang Tahun 2023″ dari Pemerintah Kota Kupang.

Piagam Penghargaan “Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2023” dari Komisi Informasi Provinsi NTT kepada Bank NTT sebagai Badan Publik “Menuju Informatif” dari Komisi Informasi Provinsi NTT (KIP NTT).

Piagam Penghargaan sebagai Mitra Terbaik Kerjasama Sponsorship terbanyak dari TVRI NTT. “Certificate ISO27001:2013” oleh Mr. Mike Bruinsma-President Director PT SGS Indonesia di kantor PT SGS Indonesia.

Penghargaan Infobank Top 100 CEO & The Next 200 Leader 2022 bertajuk The Inspiration from Successful Leaders in Crisis.

BACA JUGA:  Blusukan ke NTT, Petrokimia Gresik Berikan Solusi untuk Petani di Musim Tanam Oktober-Maret

Penghargaan Platinum Award The Best IT for Public Company 2023 dengan predikat Very Excellent (Platinum) untuk kategori Bank BPD, oleh Economic Review bekerjasama dengan Universitas Prasetya Mulya.

Penghargaan “Lembaga Keuangan dengan Transformasi Bisnis Berbasis Digital” oleh Pos Kupang Awards 2023.

Penghargaan Digital Banking Award 2023 dari Bisnis Investor Trust bekerjasama dengan intelectual Business Community (IBC) untuk kategori Dimensi kolaborasi.

Komisaris Independen Bank NTT, Frans Gana menyebut, secara aturan, mereka diserahi kewenangan atau tugas untuk mengawasi Bank NTT.

“Kami diberi tugas antara lain terlibat sebagai ketua komite pemantau risiko operasional, kredit, reputasi dan strategi. Bahkan pada kondisi tertentu, sering terpapar risiko kepentingan politik,” ujar Frans Gana.

Meski demikian, kata dia, pihaknya tetap bergandeng tangan bersama direksi bank untuk terus berkomitmen mencapai soliditas kerja yang optimal.

“Kami terus berproses bersama direksi, untuk bagaimana capaian kinerja yang optimal dan efisien. Dewan komisaris juga berperan mendorong direksi untuk pertahankan kesehatan bank yang sudah dicapai selama ini,” jelasnya.

Frans Gana menjelaskan, mereka terus mendorong direksi mengakselerasi digitalisasi, karena berdasarkan pengamatan, penerapan digitalisasi Bank NTT sudah cukup maksimal.

Sebagai komisaris, Frans Gana berharap Bank NTT harus berbenah dan terus memperbaiki kualitas, sehingga lebih baik kedepan.

“Kita akan terus berupaya untuk memperbaiki kualitas Bank NTT. Karena bisnis bank merupakan kepercayaan,” pungkasnya.***

error: Content is protected !!