Rehabilitasi Hutan dan Lahan, Langkah Strategis Selamatkan NTT dari Bencana Lingkungan

KUPANG, HN – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan diwakili Kepala Badan Standarisasi dan Instrumen Lingkungan Hidup NTT, Ir. Ary Sudijanto, M.SE memimpin penanaman serentak di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu 30 Desember 2023 pagi.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Kepala Badan Standardisasi dan Instrumen Lingkungan Hidup NTT, Ir. Ary Sudijanto, M.SE memimpin penanaman serentak sebagai bagian dari upaya rehabilitasi hutan dan lahan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Nusa Tenggara Timur, dengan luas lahan kritis mencapai 580.731 ha, menghadapi tantangan serius. Dengan 302.187,37 ha berada dalam kawasan hutan dan 278.543,63 ha di luar kawasan hutan, diperlukan sinergi seluruh pihak untuk mencegah bencana hidrologis yang dapat mengakibatkan krisis kemanusiaan, terutama kekeringan.

BACA JUGA:  Gidion Mbiliyora Ajak Masyarakat Jaga Toleransi dan Mendukung Pemilu Damai 2024

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah berkomitmen secara nyata dengan melakukan rehabilitasi hutan seluas 4.035 ha di NTT dalam dua tahun terakhir, membuktikan langkah konkret untuk menjaga keberlanjutan ekosistem.

Dalam penanaman serentak, lebih dari 1.000 tanaman buah, termasuk Jambu Bol, ditanam pada areal seluas 2,5 ha di Oilsonbai. Lokasi ini, dikelola oleh Balai Penerapan Standar Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPSILHK) Kupang, menjadi fokus rehabilitasi di zona buah-buahan.

Pemilihan lokasi di Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, mengikuti arahan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pertimbangan mencakup peningkatan fungsi hutan, tambahan tutupan hutan, manfaat ekonomi jangka menengah dan panjang, serta keberlanjutan pemeliharaan pasca penanaman.

BACA JUGA:  Tiga Satker Kejaksaan di NTT Berpeluang Raih Predikat WBK

Pada kesempatan ini, dilakukan penyerahan Surat Keputusan Menteri LHK tentang Penetapan Green Ambassador. Green Leadership Indonesia (GLI) dan Green Youth Movement (GYM) memainkan peran kunci sebagai fasilitator generasi muda dalam menjaga keadilan sosial dan lingkungan hidup.

Penanaman serentak dan upaya rehabilitasi hutan dan lahan di NTT menjadi langkah strategis menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan untuk melindungi lingkungan dan memajukan ekonomi serta kesejahteraan sosial di Nusa Tenggara Timur.

BACA JUGA:  Dekranasda NTT Gandeng Ivan Gunawan Gelar Fashion Show Tenun Sumba Timur

Kepala Badan Standardisasi dan Instrumen LHK menanam tanaman buah Jambu Bol (Syzygium Malaccense), didampingi Komandan KOREM 161 Wira Sakti, Para Pejabat Pimpinan OPD NTT, Para Kepala UPT KLHK NTT serta Green Leadership Indonesia (GLI) dan Green Youth Movement (GYM) yang merupakan generasi muda pecinta lingkungan.

Untuk diketahui, bibit pohon yang ditanam berasal dari persemaian permanen Fatukoa Kupang yg dikelola Balai Pengelolaan DAS Benain Noelmina.***

error: Content is protected !!