Gelar Kuliah Umum di UKAW Kupang, Prof. Yafet Kritik Dominasi Kapitalisme di Indonesia

KUPANG, HN – Wakil Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Prof. Yafet Yosafet Rissy, S.H., M.Si., Ph.D., LLM (AFHEA), menggelar kuliah umum di Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Senin 15 Januari 2024.

Kuliah umum dengan tema “Keadilan Dalam Perspektif Hukum dan Ekonomi: Sebuah Kritik Atas Pendekatan Analisis Ekonomi Terhadap Hukum” ini dipandu Wakil Dekan 1 Fakultas Hukum UKAW Kupang, Yanto M.P Ekon.

Prof. Yafet menyoroti sistem hukum dan ekonomi di Indonesia yang saat ini lebih didominasi ideologi praktek politik neoliberalisme.

BACA JUGA:  Tukang Parkir Serahkan Diri Usai Menikam Mekanik di Kota Kupang

“Akibatnya negara lebih berpihak kepada kaum kaya, ketimbang saudara kita yang miskin, atau hidup dalam serba kekurangan,” ungkapnya.

Menurut dia, meski pemerintah sudah melakukan upaya seperti BPJS, kartu kesehatan dan kartu pintar, namun semua itu belum menyentuh akar masalah yang dihadapi masyarakat.

“Semua itu belum cukup, karena tidak menyentuh akar masalah dan ketimpangan sosial yang dihadapi oleh rakyat,” jelasnya.

Dia kemudian menggambarkan bahwa kekayaan empat orang kaya di Indonesia menyamai 100 juta orang miskin yang ada di Indonesia.

BACA JUGA:  Badan Pengurus Kemanagadoni Kupang Periode 2021-2022 Resmi Dilantik

“Jadi ini ketimpangan yang tidak main-main. Karena itu, negara harus hadir dengan pendekatan yang lebih substantif dan sistematis dalam hukum, UU, dan regulasi,” terangnya.

Pemerintah daerah juga diharapkan untuk berpihak nyata bagi masyarakat yang tidak mampu sesuai dengan konstruksi konstitusi.

“Itu yang kita inginkan. Karena itu adalah konstruksi dari konstitusi kita,” tegasnya.

Selain itu, kata dia, inti dari kuliah umum itu adalah mencoba melihat sistem politik, hukum dan ekonomi yang sudah terlalu jauh dikuasai kapitalisme.

BACA JUGA:  Rambu Praing Resmi Jabat Ketua Fraksi PAN NTT

“Jadi kita butuh pemerintah yang punya hati nurani dan rasa kemanusiaan serta solidaritas untuk memanimalisir praktek kompromi politik, hukum dan kapitalisme yang cenderung mendehumanisasi,” jelasnya.

Dia berharap kuliah umum ini bisa memberikan wawasan baru bagi mahasiswa, agar mereka bisa berpikir lebih kritis lagi kedepan.

“Mereka harus bisa menganalisis persoalan politik, hukum dan ekonomi yang terjadi. Tetapi tidak hanya sampai pada tahap analisis, tetapi bisa menawarkan solusi yang konstruktif bagi pembangunan kemasyarakatan dan bangsa kita,” tandasnya.***

error: Content is protected !!