Bahaya HIV-AIDS, Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi (Foto: Ist)

KUPANG, HN – Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh, sedangkan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) adalah kondisi dimana sistem kekebalan tubuh menjadi sangat lemah karena adanya infeksi virus HIV.

Penyakit HIV AIDS dapat terjadi melalui hubungan seksual vaginal atau anal, penggunaan jarum suntik dan transfusi darah. HIV dapat menular dari ibu kepada anak selama masa kehamilan, melahirkan, dan menyusui.

Berikut ini beberapa faktor risiko meningkatkan penularan HIV AIDS, seperti dilansir dari website biofarma.co.id, Rabu 24 Januari 2024.

BACA JUGA:  Hotman Paris Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Penyebabnya

Berhubungan seksual dengan berganti – ganti pasangan tanpa menggunakan pengaman, menggunakan jarum suntik bersama – sama, transfusi darah yang tidak steril, dan mengidap penyakit STD atau penyakit menular seksual lainnya.

Gejala HIV AIDS terjadi ke dalam beberapa tahapan seperti mudah terserang flu, demam, sakit tenggorokan, timbul ruam dan nyeri otot.

Sedangkan gejala HIV AIDS tahap dia sama dengan tahap pertama, tetapi akan berlangsung selama kurang lebih 10 tahun.

Di tahap ketiga, mulai terjadi infeksi dari virus HIV kemudian akan memasuki fase AIDS, dengan menimbulkan beberapa gejala seperti demam berkepanjangan (lebih dari 10 hari) dan selalu merasa lemas.

BACA JUGA:  HIV/AIDS Tembus 1.905 Kasus, Prostitusi Online Kian Marak di Kota Kupang

Selain itu sulit untuk bernafas, mengalami gangguan diare kronis dalam kurun waktu yang lama, mudah terserang infeksi jamur pada mulut, tenggorokan dan alat kelamin.

Gejala lain yang timbul akibat HIV AIDS adalah berat badan yang turun secara drastis karena kehilangan nafsu makan.

Penyakit HIV AIDS apabila tidak mendapatkan pengobatan akan berdampak pada gangguan kesehatan lainnya seperti Tuberkulosis (TB), Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), bahkan kanker.

BACA JUGA:  Pasien Terpapar Covid-19 Bertambah 1003 Orang di NTT

Penderita HIV AIDS dapat melakukan pengobatan berupa terapi Antiretroviral (ARV) yang akan bekerja mencegah virus HIV berkembang.

Bahaya HIV AIDS ini tidak akan hanya dirasakan oleh satu orang, tetapi dapat menular kepada orang lain. Maka dari itu perlu dilakukan pencegahan HIV AIDS.

Pencegahan dilakukan dengan cara tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah, tidak berganti – ganti pasangan seksual, gunakan pengaman saat berhubungan seksual, dan hindari penggunaan narkoba, terutama jenis suntik. (Sumber: Kemenkes).***

error: Content is protected !!