Hukrim  

Terlibat Pembacokan Brutal di Kupang, Tiga Mahasiswa Ditangkap Polisi

KUPANG, HN – Kepolisian Sektor (Polsek) Kelapa Lima, Polresta Kupang Kota, berhasil menangkap tiga mahasiswa asal Kabupaten Sumba Tengah dengan inisial AULK (23), HUM (22), dan Putra (23).

Mereka diduga terlibat dalam pembacokan brutal terhadap Stefanus Bili (24) dan Yulius Bili (32) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pembacokan terjadi saat kericuhan di Jalan Sumba Tuak Sabu, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, NTT, Rabu 31 Januari 2024 lalu.

Kapolsek Kelapa Lima, AKP Jemmy Noke mengkonfirmasi penangkapan ketiga pelaku dan saat ini sedang diperiksa oleh penyidik Polsek Kelapa Lima.

Penangkapan dilakukan berdasarkan laporan polisi nomor: LP / B / 018 / II / Sektor Kelapa Lima / Polresta Kupang Kota / Polda NTT.

BACA JUGA:  Beny Taopan: Tuntutan JPU Harus Berdasarkan Fakta Persidangan

Menurutnya, kedua korban merupakan kakak beradik. Mereka dibacok menggunakan parang, sehingga mengalami luka robek di bagian pundak dan lengan.

Saat ini korban Stefanus sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan intens di Rumah Sakit SK Lerik Kota Kupang.

“Sementara korban lainnya atas nama Yulius masih dalam proses perawatan intensif,” ungkap AKP Jemmy Noke.

Dia menjelaskan, pihaknya akan meminta keterangan korban yang telah pulang untuk memperjelas status perkara tiga pelaku.

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap peran dan keterlibatan mereka dalam perkara ini,” jelas Jemmy.

Saat kejadian, lebih dari 10 orang terlibat dalam kerusuhan. Polisi terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap peran dan keterlibatan pelaku lainnya.

BACA JUGA:  Tak Kantongi Izin, Warga Kota Kupang Copot Baliho Presiden Jokowi dan Ganjar Pranowo

Kronologi Kejadian:

Kasus ini bermula ketika sekelompok pemuda duduk sambil mengkonsumsi miras dan memutar musik keras, sehingga mengganggu ketenangan warga sekitar.

Merasa terganggu, korban Stefanus kemudian menegur, lalu terjadi perdebatan hingga aksi pengeroyokan terhadap korban.

“Salah satu pemuda yang sedang memegang parang, langsung membacok korban di bagian lengan hingga mengalami luka robek,” jelas Jemmy Noke.

Yulius kemudian datang dan berusaha menarik saudaranya, namun ia juga ikut dibacok, hingga mengalami luka robek di bagian pundak.

“Saat itu juga langsung terjadi aksi saling lempar antara kedua belah pihak, serta pembakaran tiga unit sepeda motor,” terangnya.

BACA JUGA:  DPO Kasus Jambret Ditangkap di Rumah Mertua Usai Pesta Pernikahan

Polisi saat ini sudah mengamankan tiga pelaku, diantaranya AULK (23), HUM (22), dan Putra (23). Ketiganya merupakan mahasiswa di universitas ternama di Kota Kupang.

“ketiga mahasiswa itu sementara kami amankan untuk dimintai keterangan. Sedangkan pelaku pembacokan sudah teridentifikasi berinisial LUL,” jelasnya.

Ketua RT. 001 Kelurahan Lasiana, Thomas Aquino mengatakan, kejadian itu bermula dari ketersinggungan, dimana korban Stefanus menegur pemuda yang sedang duduk miras.

Saat kejadian, kata Thomas, dia langsung menghubungi Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk bantu meredam aksi itu agar tidak meluas.

“Agar bisa melerai para pemuda yang terlibat dalam aksi saling lempar dengan batu dan kayu itu,” tandasnya.***

error: Content is protected !!