Ketua PGRI NTT Desak Pemkab Sabu Raijua Segera Bayar Hak-hak Guru

Ketua Pengurus PGRI NTT, Dr. Semuel Haning, SH, MH, C.Me, C.PArb (Foto: Ist)

KUPANG, HN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga lalai dan hingga kini belum juga membayar hak-hak guru.

Ratusan guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kemudian menggelar aksi demo sebagai bentuk protes terhadap Pemkab Sabu Raijua.

Aksi unjuk rasa berlangsung di Kantor Bupati Sabu Raijua Senin, 5 Februari 2024. Mereka ancam akan mogok mengajar, jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Ketua Pengurus PGRI NTT, Dr. Semuel Haning, SH, MH, C.Me, C.PArb, menanggapi serius aksi unjuk rasa ratusan guru di Kabupaten Sabu Raijua.

Haning menyebut ia selalu mengikuti semua perkembangan, dimana selama ini hak-hak guru diduga dizalimi, bahkan disunat oleh oknum-oknum tertentu.

BACA JUGA:  Launching Produk Serai di SMAN 6, Linus Lusi: Ini Buah dari Masuk Sekolah Jam 5:30 Pagi

“Sehingga aksi itu, para guru menuntut agar Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua sesegera mungkin merealisasikan hak mereka,” ujar Semuel Haning, Rabu 7 Februari 2024.

Haning menegaskan, tuntutan para guru merupakan hak yang sah, karena menyangkut martabat dan kehidupan mereka. Aksi ini juga sangat merugikan proses KBM bagi siswa di sekolah.

“Akibat ulah Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua ini tentu sangat merugikan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa,” tegasnya.

Dia mendesak Pemkab Sabu Raijua segera membayar hak-hak guru untuk memastikan kelancaran proses KBM di sekolah berjalan lancar.

BACA JUGA:  Puan Maharani Siap Kawal Proses Pengangkatan Guru Honorer Jadi ASN PPPK

“Ketika hak mereka sudah dibayar, maka seluruh proses KBM di sekolah pasti akan berjalan baik. Itu yang saya sangat harapkan,” jelasnya.

Ketidakadilan itu kemudian memicu tuntutan untuk mencopot Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kabupaten Sabu Raijua.

“Jadi ini adalah tuntutan yang harus dijawab oleh bupati,” ungkapnya.

Haning menegaskan komitmennya untuk terus berjuang demi hak-hak guru. Dia mengingatkan bahwa kesuksesan semua orang berawal dari guru, sehingga hak mereka tidak boleh diabaikan.

“Sekali lagi saya tegaskan, perjuangan guru tetap kita optimalkan. Jangan ada yang melawan guru. Apalagi hak mereka disunat dan dizalimi, itu pasti saya marah,” tegasnya.

BACA JUGA:  Pelihara Sumber Mata Air Wai Pok, Mahasiswa KKN-T Unwira Tanam Puluhan Bibit Pohon

Haning juga meminta Aparat Penegakan Hukum (APH) untuk mengusut tuntas kasus ini, terutama melibatkan oknum yang diduga bertanggung jawab atas kasus ini.

“Saya harapkan APH, baik kepolisian maupun kejaksaan segera mengusut tuntas kasus ini agar menjadi terang benderang,” jelasnya.

Dia menyebut kasus yang terjadi di Kabupaten Sabu Raijua harus menjadi peringatan untuk seluruh pejabat di NTT agar tidak mengabaikan hak-hak guru.

“Jangan coba-coba mainkan peran untuk tidak membayar hak guru. Karena kita semua sukses dari guru. Tanpa guru, kita bukan siapa siapa dan tidak ada apa apanya,” pungkas Haning.***

error: Content is protected !!