Bawaslu NTT Ingatkan Para Kontestan Pemilu Hindari Politik Uang dan Tidak Berkampanye di Masa Tenang

KUPANG, HN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) NTT mengingatkan para kontestan Pemilu untuk tidak melakukan kampanye dan politik uang di masa tenang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Anggota Komisioner Bawaslu NTT, Melpi Marpaung, SH, MH mengatakan, mulai tanggal 11 hingga 13 Februari 2024 sudah memasuki masa tenang.

Sehingga, kata dia, tidak boleh ada kampanye, apalagi politik uang. “Hal itu untuk menjaga dan mensukseskan proses Pemilu 2024,” ujar Melpi, Sabtu 10 Februari 2024.

Dia menegaskan, Pengawas Tempat Pemungutan Suara atau PTPS juga harus bekerja secara profesional, menjaga integritas, netral, serta melakukan pengawasan secara semaksimal.

BACA JUGA:  Bawaslu Waspadai Penggunaan Printer dan Scanner Sebagai Alat Bantu Rekapitulasi Suara

“Jika ada pelanggaran, segera lakukan pencegahan,” tegas Melpi Marpaung.

“Agar siapapun yang terpilih nanti merupakan pilihan terbaik dari masyarakat. Sehingga tidak terpengaruh dengan isu-isu yang tidak benar,” tambahnya.

Dia menambahkan, perlu juga ada kerja sama antar PTPS, KPPS, saksi serta masyarakat untuk terlibat mengawasi langsung proses pemungutan suara maupun perhitungan nanti di TPS.

BACA JUGA:  Berburu Kursi DPR RI, Ahmad Atang Yakin Oktobius Ringu Lolos ke Senayan

“Agar hasil Pemilu nanti tidak ada yang ditutup-tutupi. Semua terbuka dan hasilnya pun dilihat langsung oleh masyarakat,” terangnya.

Ketua Bawaslu NTT, Nonato Da Purificacao Sarmento mengatakan, pengawas TPS juga memiliki tugas berat, karena mereka harus mengawasi proses mulai jelang pemungutan hingga tujuh hari pasca pemungutan suara.

“Dan momentum paling puncak itu adalah pelaksanaan di tanggal 14 Februari nanti,” jelasnya.

Dia meminta PTPS untuk tetap menjaga integritas, dan tidak terkontaminasi dengan budaya politik uang atau money politik, karena mereka wajib memiliki semangat luar biasa dalam pengawasan Pemilu.

BACA JUGA:  Daftarkan 20 Bacaleg ke KPUD, Demokrat Sabu Raijua Optimis Raih 4 Kursi di Pileg 2024

“Mayarakat juga diharapkan untuk menjadi pemilih yang cerdas, buka dan menghindari praktik politik uang,” pungkasnya.

Anggota Bawaslu Kota Kupang, Muh Fathuda, S.Com berharap seluruh PTPS yang hadir mengikuti semua rangkaian kegiatan bisa memahami materi yang disampaikan narasumber.

“Sehingga materi-materi yang mereka peroleh bisa menjadi bekal dalam mengawal semua kegiatan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) nanti,” jelansya.***

error: Content is protected !!